Custom Search

Tuesday, November 15, 2016

Loyalitas hati

Apasih loyalitas? Secara harfiah berarti kepatuhan, kesetiaan. Bagaimana perasan kalian jika ada banyak orang yang patuh dan setia kepada anda?

Andai saja saya jadi seorang raja, atau pemimpin.. Punya kekuatan yang tidak bisa dilawan siapapun, punya anak buah banyak dan jagoan semua.. betapa senang hati ini, hingga suatu saat saya di hina oleh salah satu anak buah saya, dan dia mengakuinya didepan anak buah saya yang lain. Dan dia bilang tak ada niat menghina saya. Dimana para anak buah saya tersebut ada yang loyal kepada saya ada yang kurang loyal, ada juga yang tidak loyal bahkan cenderung berkhianat.
Tentunya anak buah yang loyal akan membela saya habis habisan, karena kepatuhan dan kesetiaannya pada saya dan mereka percaya kepada saya.
Sebenarnya tanpa mereka bela pun saya bisa menyingkirkan orang yang telah menghina saya tadi, dengan kekuatan dan kemampuan yang saya miliki, dan semua anak buah saya tersebut tahu dan percaya kalau saya adalah raja, orang terkuat diantara mereka sehingga ga mungkin mereka melawan saya. Tapi dari hati saya lebih senang kalau dibela, mungkin jika anda jadi orang terkuat juga begitu.. lebih senang dibela mati matian oleh anak buah yang sangat loyal kepada kita lebih tepatnya saya karena dalam tulisan kali ini, sayalah yang jadi raja. Dan saya ga perlu menghukum penghina saya tersebut walaupun dia telah meminta maaf. Tapi saya punya aturan untuk mereka, terserah saya mau menghukum sekarang, besok atau lusa karena saya yang paling berkuasa. Tapi anak buah saya punya aturan dan hukum untuk mereka sendiri, untuk menghukum pelaku kejahatan termasuk menghina pimpinan tertinggi mereka yaitu saya. Lalu apa yang dilakukan oleh para loyalis saya, dan apa yg dilakukan para penghianat saya?
Loyalis akan menuntut hukuman atas apa yg dilakukan penghina saya. Sedangkan para penghianat akan membelanya habis habisan. Dengan alasan hasil kerjanya untuk kerajaan saya sangat bagus. Sedangkan yang dilakukan oleh anak buah saya yang kurang loyal itu hanyalah memperkeruh suasana, ke loyalis dia bilang cepat hukum si penghina itu, ke penghianat dia bilang, si pelaku ga boleh tersentuh hukum supaya dia tetap kerja kerja dan kerja.

Menurut anda pembaca, saya lebih senang pada anak buah saya yg mana?
Lalu anak buah yang mana yg harus saya muliakan?

Wahai Tuhan ku yang maha besar, maha kuasa, maha pengampun, jadikan hamba seorang yang patuh pada Mu, jadikan aku pembelaMU yang setia, dan jauhkan aku dari segala fitnah keji dan jauhkan hamba dari fitnah dajall..

Yakin dan Percaya

☝🏼 Yakin dan percaya, serta Selalu OPtimis bahwa setiap langkah  anda akan menuju ke tujuan akhir yang anda impikan

Jika kita memakai layanan Google Maps untuk mencapai sebuah lokasi,  kita cukup memasukan alamat, menentukan titik tuju, lalu G-Maps akan bekerja untuk mencari rute kw tujuan. G-Maps akan menjelaskan detail perjalanan sampai ketujuan.

G-Maps mampu menunjukan rute secara detail. G-Maps dapat menjelaskan jalan apa yang harus dilalui terlebih dahulu, lalu ke jalan apa, belok ke kiri atau ke kanan, hingga jarak tempuh setiap ruas jalan yang harus dilalui. Itulah kerja G-Maps.

Begitu juga Allah subhanahu wata'ala, Dia Maha Tahu jalan-jalan menuju apa yang kita hajatkan. Dia juga Maha Mengetahui jalan mana yang paling efektif untuk menuju impiannya. Yang berbeda adalah, sejak awal, Allah tidak menjelaskan semua jalan yang harus kita lalui. Allah hanya memberi petunjuk selangkah demi selangkah. Allah tidak menjelaskan semua jalan yang ada. Dan begitulah Allah bekerja.

Sayangnya, kita sebagai makhluk cenderung menyukai petunjuk yang detail, kita berharap agar Allah menjelaskan semua rute perjalanan menuju solusi atas masalah kita. Kita ingin diberitahu secara detail, seperti yang G-Maps lakukam kepada kita.

"Caranya gimana? Apa yang harus dilakukan? Habis ini gimana? Terus harus ngapain lagi?"

Disinilah keimanan seorang Hamba diuji. Begitulah cara Allah menuntun HambaNya. Nabi Musa tidak diberitahu hal-hal detail tentang apa yang harus ia lalui dalam perjalanannya menuju Palestina. Siti Hajar tidak memahami, bagaimana caranya agar ia dapat bertahan hidup di lembah tandus. Nabi Muhammad Shallallahu'alaihiwassalam pun tidak mengetahui seluruh detail perjalanan dakwah yang harus Ia lalui. Allah menuntun NabiNya setahap demi setahap.

Yang dilakukan para Nabi adalah meyakini bahwa mereka akan sampai pada tujuan yang dijanjikan Allah. Lalu para Nabi menapaki perjalanan setapak demi setapak. Para Nabi melangkah dalam keyakinan bahwa Allah mengetahui jalan-jalan yang harus ditempuh. Para Nabi meyakini bahwa Allah mampu menghantarkan menghantarkan mereka menuju apa yang memang sudah dijanjikan.

Seseorang yang sedang terlilit hutang, pasti mendambakan lunasnya hutang. Allah berjanji bahwa Allah akan melunasi hutang seorang Hamba yang terus memohon dan berusaha. Sayangnya, seluruh detail teknis dan jalan-jalan menuju lunas hutang... tidaklah terjabarkan secara detail sedari awal. Yang Allah hadirkan adalah setapak jalan demi setapak jalan. Dan disanalah hati kita diuji, apakah kita akan terus melangkah atau tidak. Apakah hati kita cukup beriman?

Allah akan hadirkan kesempatan-kesempatan kecil yang mungkin sangat jauh dari angka hutang kita. Allah mulai mempertemukan kita dengan sosok sosok yang perlahan menuntun kita pada jalan lunas hutang. Yang perlu kita lakukan hanyalah menapaki jalan yang telah dibuka oleh Allah. Menjalaninya dengan penuh keyakinan. Tanpa keraguan.

Sahabat, inilah cara kerja Allah yang harus kita fahami. Kita tidak perlu memaksa Allah untuk menjelaskan semua detail perjalanan sedari awal. Yang harus kita lakukan adalah terus memohon petunjuk, dan menjalani setiap kesempatan yang terbuka, setahap demi setahap. Dan disinilah keimanan kita diuji. Disinilah hati kita diuji. Apakah kita yakin atau tidak? Ukurannya sederhana : apakah kita melangkah atau tidak.

Sama seperti mengendarai kendaraan. Yang hanya kita lihat hanyalah 100 meter kedepan. Namun apakah kita berhenti berkendara? Tentu tidak. Kita terus melaju setahap demi setahap, dan dalam perjalanan itulah semua jalan terlihat dan tersingkap didepan mata.

Melangkahlah dalam keyakinan, walau kita tidak mengetahui bagaimana semuanya akan selesai dan tersolusikan. Melangkah dalam iman, walau kita tidak memahami bagaimana impian kita akan tercapai. Melangkahlah dalam hati yang bulat, walau kita tidak memegang rute detailnya. Melangkah saja.

Semoga tetap dalam keimanan, bahwa Allah mengetahui rute perjalanan terbaik menuju apa yang Anda impikan. Semoga tetap dalam keyakinan, bahwa Allah selalu membersamai seorang hamba yang memohon petunjuknya. Semoga

tetap dalam ketenangan, bahwa Allah menyediakan jalan berikutnya, setelah kita menjalani tahapan sebelumnya.

Tidak terlihatnya jalan, bukan berarti tidak ada jalan.

Monday, September 5, 2016

Belajar dari kopi..

Sejenak menengok ke samping...😇
Dalam minuman *KOPI* pada dasarnya terdiri dari 3 unsur, yaitu:
1. KOPI
2. GULA
3. RASA

Yang mana dalam *filosofi KOPI* digambarkan sbb:

Kopi = Orang tua/wali
Gula = Guru
Rasa = Siswa

Kasus 1
Jika KOPI terlalu pahit,
Siapa yang salah?

GULA-lah yg di salahkan. Karena terlalu sedikit hingga "RASA" KOPI pahit.

Kasus 2
Jika KOPI terlalu manis,
Siapa yg disalahkan?

GULA lagi. Karena terlalu banyak, hingga "RASA" KOPI terlalu manis.

Kasus 3
Jika takaran KOPI & GULA balance - pas,
Siapa yg dipuji?

Tentu semua akan berkata..
KOPI-nya mantaaap..

Kemana GULA yg mempunyai andil membuat "RASA" KOPI menjadi mantaaap?

Itulah GURU yg ketika "RASA" (siswa) terlalu MANIS (menyebabkan diabet) ato terlalu PAHIT (bermasalah) akan dipersalahkan..

Tetapi ketika "RASA" mantap atau berprestasi,
maka orang tualah yang akan menepuk dadanya, "Anak siapa dulu"..

Mari IKHLAS seperti GULA yg LARUT tak terlihat,
tapi sangat ber-MAKNA..

Gula PASIR memberi RASA MANIS pada KOPI,
tapi orang MENYEBUTnya KOPI MANIS.
Bukan KOPI GULA..

Gula PASIR memberi RASA MANIS pada TEH,
tapi orang MENYEBUTnya TEH MANIS..
Bukan TEH GULA..

ORANG menyebut ROTI MANIS..
Bukan ROTI GULA..

ORANG menyebut SYRUP Pandan, Syrup APEL, Syrup JAMBU..
Padahal BAHAN DASARnya GULA..
Meski demikian..
GULA tetap IKHLAS LARUT dlm memberi RASA MANIS..

Akan tetapi apabila berhubungan dgn Penyakit, barulah GULA disebut.
PENYAKIT GULA..

BEGITUlah HIDUP..
Kadang keBAIKan yang Kita TANAM,
tidak pernah di-SEBUT Orang..
Tapi keSALAHan akan dibesar-besarkan..

IKHLAS-lah seperti GULA..
LARUT-lah seperti GULA..

Tetap SEMANGAT memberi KEBAIKAN...!!!!
Tetap SEMANGAT menyebar KEBAIKAN..!!!

Karena keBAIKan tidak untuk di-SEBUT..
tapi..
Untuk diRASAkan..

Abdur Rahman Wahid (Gus Dur)

Thursday, February 4, 2016

Kekuatan kata "Jangan"

Ada 12 kata "Jangan" yang perlu dihayati :

1. Jangan menunggu bahagia baru tersenyum, tapi tersenyumlah, maka kamu kian bahagia.
2. Jangan menunggu kaya baru bersedekah, tapi bersedekahlah, maka kamu semakin kaya.
3. Jangan menunggu termotivasi baru bergerak, tapi bergeraklah, maka kamu akan termotivasi.
4. Jangan menunggu dipedulikan orang baru kamu peduli, tapi pedulilah dengan orang lain! Maka kamu akan dipedulikan.
5. Jangan menunggu orang memahami kamu baru kamu memahami dia, †api pahamilah orang itu, maka orang itu paham dengan kamu.
6. Jangan menunggu terinspirasi baru menulis. tapi menulislah, maka inspirasi akan hadir dalam tulisanmu.
7. Jangan menunggu proyek baru bekerja, tapi bekerjalah, maka proyek akan menunggumu.
8. Jangan menunggu dicintai baru mencintai, tapi belajarlah mencintai,maka kamu akan dicintai.
9. Jangan menunggu banyak uang baru hidup tenang, tapi hiduplah dengan tenang. Percayalah,. bukan sekadar uang yang datang tapi juga rejeki yang lainnya.
10. Jangan menunggu contoh baru bergerak mengikuti, tapi bergeraklah,maka kamu akan menjadi contoh yang diikuti.
11. Jangan menunggu sukses baru bersyukur. tapi bersyukurlah, maka bertambah kesuksesanmu.
12. Jangan menunggu bisa baru melakukan, tapi lakukanlah! Kamu pasti bisa!

Monday, February 1, 2016

IBU.....

Di Jepang, dulu pernah ada tradisi membuang orang yang sudah tua ke hutan  .  Dan ada juga organ mereka diambil untuk kegunaan perubatan  .  .  .  Mereka yang dibuang adalah orang tua yang sudah tidak berdaya  ,  agar tidak membebankan kehidupan anak - anaknya  .  .  . 
Pada suatu hari  ,  ada seorang pemuda yang berniat membuang ibunya ke hutan  .  Kerana si Ibu telah lumpuh dan agak nyanyuk  .. Si pemuda ini bergegas menyusuri hutan sambil menggendong ibunya  .  Si Ibu yang kelihatan tak berdaya  ,  berusaha mencapai setiap ranting pohon yang mampu diraihnya lalu mematahkannya dan menaburkannya di sepanjang jalan yang mereka lalui  .  Sesampai di dalam hutan yang tebal  ,  si anak menurunkan Ibu tersebut dan mengucapkan kata perpisahan sambil berusaha menahan sedih kerana ternyata dia tidak menyangka terpaksa melakukan perbuatan ini terhadap Ibunya  . Si ibu yang tak terdaya tadi masih tenang   .  .  .  . .  Dalam senyumnya  ,  dia berkata  , ''Anakku  ,  Ibu sangat menyayangimu  .  Sejak kau kecil sampai dewasa  ,  Ibu selalu merawatmu dengan segenap cintaku  .  Bahkan sampai hari ini  ,  rasa sayangku tidak berkurang sedikitpun  .  Tadi Ibu sudah menandai sepanjang jalan yang kita lalui dengan ranting-ranting kayu  .  Ibu takut kau tersesat  .  Ikutilah tanda itu agar kau selamat sampai di rumah  ''  .  Setelah mendengar kata-kata tersebut  , si anak menangis dengan sangat sebak dan sayu  . Kemudian terus memeluk ibunya dan kembali menggendongnya untuk membawa si Ibu pulang ke rumah  .  Pemuda tersebut akhirnya merawat Ibu yang sangat mengasihinya sampai Ibunya meninggal  .  Sahabatku semua  .  . renung2kanlah  .  . 
'' Orangtua '' bukan barangan lusuh yang boleh dibuang atau diabaikan setelah terlihat tidak berdaya  .  Kerana pada saat kita berjaya atau saat kita dalam susah  ,  hanya ''orangtua'' yang mengerti kita dan batinnya akan menderita jika kita susah  . 
''orangtua'' mereka tidak pernah meninggalkan kita  ,macammanapun keadaan kita  .. Walaupun kita pernah melawan atau meninggi suara kepada orangtua namun Ibu dan ayah kita akan tetap mengasihi kita  ....
Kasihi dan sayangi la orangtua kita selagi mereka masih hidup..

Sumber https://m.facebook.com/CIANJURTEA/posts/10151292762019228

AMERIKA MERAHASIAKAN BERTAHUN-TAHUN OBAT KANKER, SEMUA ADA DI INDONESIA..

OBAT KANKER
singkong
Kesehatan

Dr. Cynthia Jayasuriya

Ini pengalaman saya sendiri, sembuh dari kanker dengan singkong. Mudah-mudahan pengalaman ini berguna untuk beberapa orang.

Saya menderita kanker kandung kemih stadium 2, sesudah tujuh th. menderita kanker di urethra.

Ginjal, urethra dan sebagian dari kandung kemih sudah diangkat. Lalu saya melakukan radiasi di bagian perut.

Saya merasa sehat selama tujuh th.. Saya lakukan kontrol teratur masing-masing th.. Pada th. ke tujuh ini, ada darah dalam urine saya yang kenyataannya karena oleh berkembangnya lagi sel kanker di kandung kemih. Kanker baru itupun diangkat lagi. Tetapi bagaimana apabila kanker ini berkembang lagi?

Dari internet saya dapatkan informasi tentang penggunaan biji aprikot untuk pengobatan kanker di Australia dan Amerika tidak ada kemoterapi.

Seorang dokter dari Inggris yang bertugas di satu tempat terpencil di Afghanishtan dapatkan kandungan vitamin B17 dalam biji aprikot.

Di Afghanishtan, kekayaan seseorang diukur dari jumlah pohon aprikot yang dimilikinya. Mereka bukan hanya makan buah aprikot, tetapi juga bijinya. Biji aprikot memiliki bentuk almond dan merasa pahit.

Sebagian orang dari tempat itu tidak ada yang menanggung derita kanker.

Setelah di cermat, biji aprikot mempunyai kandungan vitamin B17.

Saat tengah dirawat karena kanker, saya ingin tahu tipe makanan teratur kami yang mempunyai kandungan vitamin B17. Kenyataannya vitamin B17 ada pada singkong.

Jadi saya makan singkong 10 gr tiga kali sehari.

Setelah dikonsumsi selama 1 bln., saya kerjakan kontrol kandung kemih yang ditangani oleh doker yang menangani kanker saya. Beliau terkejut karena kandung kemih saya benar-benar bersih dan normal.

Selama makan singkong, saya merasa sangat fit dan orang lainpun saksikan saya sangat sehat.

Lalu masing-masing tiga bln. saya check dan pada akhirnya selalu bersih. Sejak mulai ini saya hanya makan singkong dan tidak lakukan pengobatan yang lain.

Lewat cara sederhana, langkah kerja singkong seperti berikut :

Nama ilmiah vitamin B17 yakni Amygdaline. Sel kanker yakni sel yang belum masak dan memiliki enzym yg tidak sama juga dengan enzym normal.

Waktu vitamin B17 digabungkan dengan enzyme sel normal, B17 akan terurai jadi 3 tipe gula.

Tetapi waktu tergabung dengan enzyme sel kanker, B17 terurai jadi 1 gula, 1 benzaldehida dan 1 asam hidrosianik. Asam hidrosianik inilah yang membunuh sel kaker lewat cara lokal.

Biji aprikot dan singkong keduanya sama mempunyai kandungan vitamin B17.

Setelah saya menulis artikel mula-mula pada th. 2010, saya terima beberapa informasi dari pasien kanker yang juga mengkonsumsi singkong.

Mr. Pereira, pria berusia 70 th., terdiagnosis menanggung derita kanker prostat. Istrinya yang seorang pensiunan dirumah sakit kebetulan membaca artikel saya.

Mereka tidak memiliki dana untuk biaya pengobatan kanker dan suntikan yang diperoleh buat Mr. Pereira sangat lemah.

Istrinya berikan singkong pada Mr. Pereira.

Setelah mengkonsumsi singkong selama 1 minggu, kondisinya mulai tambah baik. Dan setelah sebulan makan singkong masing-masing pagi, dia lakukan kontrol.

Sejak mulai terdiagnosis kanker, hasil test PSA nya 280 – 290. Tetapi setelah sebulan PSA nya jadi 5. 89!,Mereka bertandang ke saya untuk tunjukkan hasil test sebelum dan sesudah mengkonsumsi singkong.

Mr. Pereira sudah tidak rasakan lagi sinyal tanda kanker.

Ada seorang pria lain yang menanggung derita kanker hati dan sudah lakukan operasi. Tetapi dari hasil MRI scan setelah itu, kenyataannya tetap masih ada sel kanker yang belum terangkat.

Dia mulai makan singkong setelah operasi. Sebulan setelah makan singkong, dokter mengemukakan tidak butuh ditangani operasi lagi karena dari MRI scan, sel kanker ini tidak menjadi membesar.

Jadi kenapa tidak cobalah singkong? Singkong murah, mudah didapat, mudah memasaknya dan sangat lezat.

Langkahnya sangat mudah :

Tetapkan singkong yang fresh, yg tak ada noda biru.
Rebus dan jangan sampai tutup panci selama memasak. Itu akan membantu menguapkan kelebihan asam midrosianik.
Jangan sampai mengkonsumsi makanan yang mempunyai kandungan jahe/ginger, seperti biskuit jahe, ginger beer, ginger ale sedikitnya 8 jam setelah mengkonsumi singkong.
Semoga bermanfaat!

Note :

Kenyataannya inilah rahasia kenapa orang kita saat dahulu tak kerap ada yg terserang penyakit kanker.

Saturday, August 29, 2015

Renungan untuk Cewek, Baca Kalau Berani

Di bawah ini adalah sebuah renungan yang sangat bagus khususnya untuk kaum wanita. Silahkan baca baik-baik, dan maaf kalau ini membuat anda merasa tersinggung.

Ma’af Kalau Tersinggung, cuma mengingatkan.
TAK TAU MALU
Itulah fenomena tanda tanda akhir zaman yang makin nyata sekarang ini
Tak ada rasa malu,
tak ada rasa berdosa.
Semuanya berjalan nampak biasa saja.

Mengaku Islam agamanya.
Mengaku Allah adalah tuhannya.
Mengaku Al-Qur’an pedoman hidupnya.
Mengaku Muhammad adalah nabinya.

Tapi sayang pengakuan imannya hanya berhenti di lisan semata.
Tak sampai pada dinding hatinya terlebih ruang hati terdalam.
Tak nampak dari perbuatannya yang ada justru prilaku seperti tak ber-Tuhan.
Miris melihat insan bernama wanita.

Berjalan berlenggok dengan aurat terbuka.
Cengar – cengir mempertontonkan tubuh mengundang syahwat durjana.
Mengadu tubuh seksi antara satu dan lainnya.
Semakin kecil pakaian semakin seksi katanya

semakin sempit semakin aduhai katanya
semakin ketat semakin sempurna katanya
Bangga sama tubuhnya
tapi dikufuri dengan mengumbarnya kemana-mana.
Dinasehati malah nyinyir “jangan sok suci”.

Pakaian tak masalah katanya yang penting hati..
Katanya mau ke Syurga tapi merasa benar sendiri..
padahal, di syurga tak ada wanita seperti ini.
Boro-boro ke syurga, mencium wanginya
saja tak bisa dinikmati.

Ada juga wanita dengan kerudung modis
Kerudung berjambul kayak punuk onta. Sadis!
Berkerudung Sesuai syariat katanya, bikin miris
Jilbab panjang dikatakan kuno gak necis.
Begini, Jilbab sesuai tuntunan jaman. Tragis!

Beribadah itu butuh ilmu
Gak asal pake dengan tafsir sendiri
Dikasih tau sama yang faham, belagu
Tetap pilih punuk onta katanya biar percaya diri
Begitulah fenomena jaman sekarang

Iman tergerus dengan barang dagangan
Yang penting keren ikut ke barat-baratan
Udah lupa ama perintah Tuhan.
Maksiat terbentang jadi biasa

Yang nentang malah dibilang Islam-Islaman
Dituduh Islam Aliran Begitulah,
Yang salah dibenarkan
Yang benar disalahkan
Namun tak sedikit yang tetap bertahan

Pada ajaran yang tertuang dalam Al-qur’an
Berpakaian iman, berjilbab panjang
Meski kadang datang cibiran
“ih, itu Islam apaan??”

“Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat :
[1] Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan
[2] para wanita yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring.
Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan sekian dan sekian.” (HR. Muslim no. 2128)

Astagfirullah….
Ya Allah, Ampunilah semua dosa-dosa kami, baik sengaja atau pun tidak, berkahilah kami, ramahtilah kami, berikanlah kami hidayah-Mu agar kami senantiasa dekat kepada-Mu hingga akhir hayat. [HP – Sebarkanlah]

Sumber http://akhwatmuslimahindonesia.blogspot.co*/

Friday, August 28, 2015

FILOSOFI HEDGEHOG

Hari itu, adalah musim salju yang paling ekstrim di Kanada. Banyak binatang yang mati akibat rasa dingin yang teramat sangat.

Di suatu daerah, tinggal sekelompok Hedgehog (sejenis landak). Mereka memutuskan untuk tinggal secara berkelompok di dalam sebuah gua, agar tetap hangat. Mereka mendekatkan diri satu sama lain. Namun ketika mulai berdekatan, duri-duri mereka melukai teman-teman terdekat mereka.

Setelah beberapa saat, mereka pun memutuskan untuk menjaga jarak satu sama lainnya. Akibatnya, mereka mulai merasakan dingin yang membeku, dan akhirnya terancam mati. Jadi mereka harus memutuskan: menerima duri-duri temannya, atau mati!

Secara bijaksana, mereka memutuskan untuk kembali bersatu. Mereka pun belajar untuk hidup dengan luka-luka kecil akibat jarak yang sangat dekat dengan sahabat-sahabatnya supaya dapat merasakan kehangatan. Cara inilah yang membuat mereka akhirnya selamat dan bisa bertahan hidup.

Pesan cerita ini:
Hubungan yang terbaik dalam hidup ini bukanlah hubungan yang membawa orang-orang yang sempurna dalam kelompok. Tetapi ketika semua individu belajar hidup dengan ketidaksempurnaan orang lain, serta mampu “mengapresiasi” semua kehangatan yang diberikan oleh teman-temannya.

Hal inilah yang membuat hidup kita menjadi lebih “hidup” (bermakna) & “mampu bertahan” dalam situasi atau lingkungan yang ekstrim sekalipun.

Friday, August 7, 2015

Sepuluh Tahun ku Benci Suamiku

Kemarin siang saya baca kisah ini dari salah satu blog yang dishare ke fb saya.
Banyak pelajaran untuk kita, kisah yang entah nyata atau fiksi yang jelas ada pelajaran berharga untuk kita.

Aku membencinya, itulah yang selalu kubisikkan dalam hatiku hampir sepanjang kebersamaan kami. Meskipun menikahinya, aku tak pernah benar-benar menyerahkan hatiku padanya. Menikah karena paksaan orangtua, membuatku membenci suamiku sendiri.
Walaupun menikah terpaksa, aku tak pernah menunjukkan sikap benciku. Meskipun membencinya, setiap hari aku melayaninya sebagaimana tugas istri. Aku terpaksa melakukan semuanya karena aku tak punya pegangan lain. Beberapa kali muncul keinginan meninggalkannya tapi aku tak punya kemampuan finansial dan dukungan siapapun. Kedua orangtuaku sangat menyayangi suamiku karena menurut mereka, suamiku adalah sosok suami sempurna untuk putri satu-satunya mereka.
Ketika menikah, aku menjadi istri yang teramat manja. Kulakukan segala hal sesuka hatiku. Suamiku juga memanjakanku sedemikian rupa. Aku tak pernah benar-benar menjalani tugasku sebagai seorang istri. Aku selalu bergantung padanya karena aku menganggap hal itu sudah seharusnya setelah apa yang ia lakukan padaku. Aku telah menyerahkan hidupku padanya sehingga tugasnyalah membuatku bahagia dengan menuruti semua keinginanku.
Di rumah kami, akulah ratunya. Tak ada seorangpun yang berani melawan. Jika ada sedikit saja masalah, aku selalu menyalahkan suamiku. Aku tak suka handuknya yang basah yang diletakkan di tempat tidur, aku sebal melihat ia meletakkan sendok sisa mengaduk susu di atas meja dan meninggalkan bekas lengket, aku benci ketika ia memakai komputerku meskipun hanya untuk menyelesaikan pekerjaannya. Aku marah kalau ia menggantung bajunya di kapstock bajuku, aku juga marah kalau ia memakai pasta gigi tanpa memencetnya dengan rapi, aku marah kalau ia menghubungiku hingga berkali-kali ketika aku sedang bersenang-senan g dengan teman-temanku.
Tadinya aku memilih untuk tidak punya anak. Meskipun tidak bekerja, tapi aku tak mau mengurus anak. Awalnya dia mendukung dan akupun ber-KB dengan pil. Tapi rupanya ia menyembunyikan keinginannya begitu dalam sampai suatu hari aku lupa minum pil KB dan meskipun ia tahu ia membiarkannya. Akupun hamil dan baru menyadarinya setelah lebih dari empat bulan, dokterpun menolak menggugurkannya .
Itulah kemarahanku terbesar padanya. Kemarahan semakin bertambah ketika aku mengandung sepasang anak kembar dan harus mengalami kelahiran yang sulit. Aku memaksanya melakukan tindakan vasektomi agar aku tidak hamil lagi. Dengan patuh ia melakukan semua keinginanku karena aku mengancam akan meninggalkannya bersama kedua anak kami.
Waktu berlalu hingga anak-anak tak terasa berulang tahun yang ke-delapan. Seperti pagi-pagi sebelumnya, aku bangun paling akhir. Suami dan anak-anak sudah menungguku di meja makan. Seperti biasa, dialah yang menyediakan sarapan pagi dan mengantar anak-anak ke sekolah. Hari itu, ia mengingatkan kalau hari itu ada peringatan ulang tahun ibuku. Aku hanya menjawab dengan anggukan tanpa mempedulikan kata-katanya yang mengingatkan peristiwa tahun sebelumnya, saat itu aku memilih ke mal dan tidak hadir di acara ibu. Yaah, karena merasa terjebak dengan perkawinanku, aku juga membenci kedua orangtuaku.
Sebelum ke kantor, biasanya suamiku mencium pipiku saja dan diikuti anak-anak. Tetapi hari itu, ia juga memelukku sehingga anak-anak menggoda ayahnya dengan ribut. Aku berusaha mengelak dan melepaskan pelukannya. Meskipun akhirnya ikut tersenyum bersama anak-anak. Ia kembali mencium hingga beberapa kali di depan pintu, seakan-akan berat untuk pergi.
Ketika mereka pergi, akupun memutuskan untuk ke salon. Menghabiskan waktu ke salon adalah hobiku. Aku tiba di salon langgananku beberapa jam kemudian. Di salon aku bertemu salah satu temanku sekaligus orang yang tidak kusukai. Kami mengobrol dengan asyik termasuk saling memamerkan kegiatan kami. Tiba waktunya aku harus membayar tagihan salon, namun betapa terkejutnya aku ketika menyadari bahwa dompetku tertinggal di rumah. Meskipun merogoh tasku hingga bagian terdalam aku tak menemukannya di dalam tas.
Sambil berusaha mengingat-ingat apa yang terjadi hingga dompetku tak bisa kutemukan aku menelepon suamiku dan bertanya.
“Maaf sayang, kemarin Farhan meminta uang jajan dan aku tak punya uang kecil maka kuambil dari dompetmu. Aku lupa menaruhnya kembali ke tasmu, kalau tidak salah aku letakkan di atas meja kerjaku.” Katanya menjelaskan dengan lembut.
Dengan marah, aku mengomelinya dengan kasar. Kututup telepon tanpa menunggunya selesai bicara. Tak lama kemudian, handphoneku kembali berbunyi dan meski masih kesal, akupun mengangkatnya dengan setengah membentak. “Apalagi??”
“Sayang, aku pulang sekarang, aku akan ambil dompet dan mengantarnya padamu. Sayang sekarang ada dimana?” tanya suamiku cepat, kuatir aku menutup telepon kembali. Aku menyebut nama salonku dan tanpa menunggu jawabannya lagi, aku kembali menutup telepon.
Aku berbicara dengan kasir dan mengatakan bahwa suamiku akan datang membayarkan tagihanku. Si empunya Salon yang sahabatku sebenarnya sudah membolehkanku pergi dan mengatakan aku bisa membayarnya nanti kalau aku kembali lagi.
Tapi rasa malu karena “musuh”ku juga ikut mendengarku ketinggalan dompet membuatku gengsi untuk berhutang dulu.
Hujan turun ketika aku melihat keluar dan berharap mobil suamiku segera sampai. Menit berlalu menjadi jam, aku semakin tidak sabar sehingga mulai menghubungi handphone suamiku. Tak ada jawaban meskipun sudah berkali-kali kutelepon. Padahal biasanya hanya dua kali berdering teleponku sudah diangkatnya. Aku mulai merasa tidak enak dan marah.
Teleponku diangkat setelah beberapa kali mencoba. Ketika suara bentakanku belum lagi keluar, terdengar suara asing menjawab telepon suamiku. Aku terdiam beberapa saat sebelum suara lelaki asing itu memperkenalkan diri, “Selamat siang, ibu. Apakah ibu istri dari bapak armandi?” kujawab pertanyaan itu segera.
Lelaki asing itu ternyata seorang polisi, ia memberitahu bahwa suamiku mengalami kecelakaan dan saat ini ia sedang dibawa ke rumah sakit kepolisian. Saat itu aku hanya terdiam dan hanya menjawab terima kasih. Ketika telepon ditutup, aku berjongkok dengan bingung. Tanganku menggenggam erathandphone yang kupegang dan beberapa pegawai salon mendekatiku dengan sigap bertanya ada apa hingga wajahku menjadi pucat seputih kertas.
Entah bagaimana akhirnya aku sampai di rumah sakit. Entah bagaimana juga tahu-tahu seluruhkeluarga hadir di sana menyusulku. Aku yang hanya diam seribu bahasa menunggu suamiku di depan ruang gawat darurat. Aku tak tahu harus melakukan apa karena selama ini dialah yang melakukan segalanya untukku. Ketika akhirnya setelah menunggu beberapa jam, tepat ketika kumandang adzan maghrib terdengar seorang dokter keluar dan menyampaikan berita itu. Suamiku telah tiada. Ia pergi bukan karena kecelakaan itu sendiri, serangan stroke-lah yang menyebabkan kematiannya.
Selesai mendengar kenyataan itu, aku malah sibuk menguatkan kedua orangtuaku dan orangtuanya yang shock. Sama sekali tak ada airmata setetespun keluar di kedua mataku. Aku sibuk menenangkan ayah ibu dan mertuaku. Anak-anak yang terpukul memelukku dengan erat tetapi kesedihan mereka sama sekali tak mampu membuatku menangis.
Ketika jenazah dibawa ke rumah dan aku duduk di hadapannya, aku termangu menatap wajah itu. Kusadari baru kali inilah aku benar-benar menatap wajahnya yang tampak tertidur pulas. Kudekati wajahnya dan kupandangi dengan seksama.
Saat itulah dadaku menjadi sesak teringat apa yang telah ia berikan padaku selama sepuluh tahun kebersamaan kami. Kusentuh perlahan wajahnya yang telah dingin dan kusadari inilah kali pertama kali aku menyentuh wajahnya yang dulu selalu dihiasi senyum hangat.
Airmata merebak dimataku, mengaburkan pandanganku. Aku terkesiap berusaha mengusap agar airmata tak menghalangi tatapan terakhirku padanya, aku ingin me gingat semua bagian wajahnya agar kenangan manis tentang suamiku tak berakhir begitu saja. Tapi bukannya berhenti, airmataku semakin deras membanjiri kedua pipiku. Peringatan dari imam mesjid yang mengatur prosesi pemakaman tidak mampu membuatku berhenti menangis. Aku berusaha menahannya, tapi dadaku sesak mengingat apa yang telah kuperbuat padanya terakhir kali kami berbicara.
Aku teringat betapa aku tak pernah memperhatikan kesehatannya. Aku hampir tak pernah mengatur makannya. Padahal ia selalu mengatur apa yang kumakan. Ia memperhatikan vitamin dan obat yang harus kukonsumsi terutama ketika mengandung dan setelah melahirkan. Ia tak pernah absen mengingatkanku makan teratur, bahkan terkadang menyuapiku kalau aku sedang malas makan. Aku tak pernah tahu apa yang ia makan karena aku tak pernah bertanya. Bahkan aku tak tahu apa yang ia sukai dan tidak disukai.
Hampir seluruh keluarga tahu bahwa suamiku adalah penggemar mie instant dan kopi kental. Dadaku sesak mendengarnya, karena aku tahu ia mungkin terpaksa makan mie instant karena aku hampir tak pernah memasak untuknya. Aku hanya memasak untuk anak-anak dan diriku sendiri. Aku tak perduli dia sudah makan atau belum ketika pulang kerja. Ia bisa makan masakanku hanya kalau bersisa. Iapun pulang larut malam setiap hari karena dari kantor cukup jauh dari rumah. Aku tak pernah mau menanggapi permintaannya untuk pindah lebih dekat ke kantornya karena tak mau jauh-jauh dari tempat tinggal teman-temanku.
Saat pemakaman, aku tak mampu menahan diri lagi. Aku pingsan ketika melihat tubuhnya hilang bersamaan onggokan tanah yang menimbun. Aku tak tahu apapun sampai terbangun di tempat tidur besarku. Aku terbangun dengan rasa sesal memenuhi rongga dadaku. Keluarga besarku membujukku dengan sia-sia karena mereka tak pernah tahu mengapa aku begitu terluka kehilangan dirinya.

Hari-hari yang kujalani setelah kepergiannya bukanlah kebebasan seperti yang selama ini kuinginkan tetapi aku malah terjebak di dalam keinginan untuk bersamanya. Di hari-hari awal kepergiannya, aku duduk termangu memandangi piring kosong. Ayah, Ibu dan ibu mertuaku membujukku makan. Tetapi yang kuingat hanyalah saat suamiku membujukku makan kalau aku sedang mengambek dulu.
Ketika aku lupa membawa handuk saat mandi, aku berteriak memanggilnya seperti biasa dan ketika malah ibuku yang datang, aku berjongkok menangis di dalam kamar mandi berharap ia yang datang. Kebiasaanku yang meneleponnya setiap kali aku tidak bisa melakukan sesuatu di rumah, membuat teman kerjanya kebingungan menjawab teleponku. Setiap malam aku menunggunya di kamar tidur dan berharap esok pagi aku terbangun dengan sosoknya di sebelahku.
Dulu aku begitu kesal kalau tidur mendengar suara dengkurannya, tapi sekarang aku bahkan sering terbangun karena rindu mendengarnya kembali. Dulu aku kesal karena ia sering berantakan di kamar tidur kami, tetapi kini aku merasa kamar tidur kami terasa kosong dan hampa. Dulu aku begitu kesal jika ia melakukan pekerjaan dan meninggalkannya di laptopku tanpa me-log out, sekarang aku memandangi komputer, mengusap tuts-tutsnya berharap bekas jari-jarinya masih tertinggal di sana.
Dulu aku paling tidak suka ia membuat kopi tanpa alas piring di meja, sekarang bekasnya yang tersisa di sarapan pagi terakhirnyapun tidak mau kuhapus. Remote televisi yang biasa disembunyikanny a, sekarang dengan mudah kutemukan meski aku berharap bisa mengganti kehilangannya dengan kehilangan remote. Semua kebodohan itu kulakukan karena aku baru menyadari bahwa dia mencintaiku dan aku sudah terkena panah cintanya.
Aku juga marah pada diriku sendiri, aku marah karena semua kelihatan normal meskipun ia sudah tidak ada. Aku marah
karena baju-bajunya masih di sana meninggalkan baunya yang membuatku rindu. Aku marah karena tak bisa menghentikan semua penyesalanku. Aku marah karena tak ada lagi yang membujukku agar tenang, tak ada lagi yang mengingatkanku sholat meskipun kini kulakukan dengan ikhlas.

Aku sholat karena aku ingin meminta maaf, meminta maaf pada Allah karena menyia-nyiakan suami yang dianugerahi padaku, meminta ampun karena telah menjadi istri yang tidak baik pada suami yang begitu sempurna. Sholatlah yang mampu menghapus dukaku sedikit demi sedikit. Cinta Allah padaku ditunjukkannya dengan begitu banyak perhatian dari keluarga untukku dan anak-anak. Teman-temanku yang selama ini kubela-belain, hampir tak pernah menunjukkan batang hidung mereka setelah kepergian suamiku.
Empat puluh hari setelah kematiannya, keluarga mengingatkanku untuk bangkit dari keterpurukan. Ada dua anak yang menungguku dan harus kuhidupi. Kembali rasa bingung merasukiku. Selama ini aku tahu beres dan tak pernah bekerja. Semua dilakukan suamiku. Berapa besar pendapatannya selama ini aku tak pernah peduli, yang kupedulikan hanya jumlah rupiah yang ia transfer ke rekeningku untuk kupakai untuk keperluan pribadi dan setiap bulan uang itu hampir tak pernah bersisa. Dari kantor tempatnya bekerja, aku memperoleh gaji terakhir beserta kompensasi bonusnya.
Ketika melihatnya aku terdiam tak menyangka, ternyata seluruh gajinya ditransfer ke rekeningku selama ini. Padahal aku tak pernah sedikitpun menggunakan untuk keperluan rumah tangga. Entah darimana ia memperoleh uang lain untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga karena aku tak pernah bertanya sekalipun soal itu.Yang aku tahu sekarang aku harus bekerja atau anak-anakku takkan bisa hidup karena jumlah gaji terakhir dan kompensasi bonusnya takkan cukup untuk menghidupi kami bertiga. Tapi bekerja di mana? Aku hampir tak pernah punya pengalaman sama sekali. Semuanya selalu diatur oleh dia.

Kebingunganku terjawab beberapa waktu kemudian. Ayahku datang bersama seorang notaris. Ia membawa banyak sekali dokumen. Lalu notaris memberikan sebuah surat. Surat pernyataan suami bahwa ia mewariskan seluruh kekayaannya padaku dan anak-anak, ia menyertai ibunya dalam surat tersebut tapi yang membuatku tak mampu berkata apapun adalah isi suratnya untukku.
Istriku Liliana tersayang,
Maaf karena harus meninggalkanmu terlebih dahulu, sayang. maaf karena harus membuatmu bertanggung jawab mengurus segalanya sendiri. Maaf karena aku tak bisa memberimu cinta dan kasih sayang lagi. Allah memberiku waktu yang terlalu singkat karena mencintaimu dan anak-anak adalah hal terbaik yang pernah kulakukan untukmu.
Seandainya aku bisa, aku ingin mendampingi sayang selamanya. Tetapi aku tak mau kalian kehilangan kasih sayangku begitu saja. Selama ini aku telah menabung sedikit demi sedikit untuk kehidupan kalian nanti. Aku tak ingin sayang susah setelah aku pergi. Tak banyak yang bisa kuberikan tetapi aku berharap sayang bisa memanfaatkannya untuk membesarkan dan mendidik anak-anak. Lakukan yang terbaik untuk mereka, ya sayang.
Jangan menangis, sayangku yang manja. Lakukan banyak hal untuk membuat hidupmu yang terbuang percuma selama ini. Aku memberi kebebasan padamu untuk mewujudkan mimpi-mimpi yang tak sempat kau lakukan selama ini. Maafkan kalau aku menyusahkanmu dan semoga Tuhan memberimu jodoh yang lebih baik dariku.
Teruntuk Farah, putri tercintaku. Maafkan karena ayah tak bisa mendampingimu. Jadilah istri yang baik seperti Ibu dan Farhan, ksatria pelindungku. Jagalah Ibu dan Farah. Jangan jadi anak yang bandel lagi dan selalu ingat dimanapun kalian berada, ayah akan disana melihatnya. Oke, Buddy!
Aku terisak membaca surat itu, ada gambar kartun dengan kacamata yang diberi lidah menjulur khas suamiku kalau ia mengirimkan note.
Notaris memberitahu bahwa selama ini suamiku memiliki beberapa asuransi dan tabungan deposito dari hasil warisan ayah kandungnya. Suamiku membuat beberapa usaha dari hasil deposito tabungan tersebut dan usaha tersebut cukup berhasil meskipun dimanajerin oleh orang-orang kepercayaannya. Aku hanya bisa menangis terharu mengetahui betapa besar cintanya pada kami, sehingga ketika ajal menjemputnya ia tetap membanjiri kami dengan cinta.
Aku tak pernah berpikir untuk menikah lagi. Banyaknya lelaki yang hadir tak mampu menghapus sosoknya yang masih begitu hidup di dalam hatiku. Hari demi hari hanya kuabdikan untuk anak-anakku. Ketika orangtuaku dan mertuaku pergi satu persatu meninggalkanku selaman-lamanya , tak satupun meninggalkan kesedihan sedalam kesedihanku saat suamiku pergi.
Kini kedua putra putriku berusia duapuluh tiga tahun. Dua hari lagi putriku menikahi seorang pemuda dari tanah seberang. Putri kami bertanya, “Ibu, aku harus bagaimana nanti setelah menjadi istri, soalnya Farah kan ga bisa masak, ga bisa nyuci, gimana ya bu?”
Aku merangkulnya sambil berkata “Cinta sayang, cintailah suamimu, cintailah pilihan hatimu, cintailah apa yang ia miliki dan kau akan mendapatkan segalanya. Karena cinta, kau akan belajar menyenangkan hatinya, akan belajar menerima kekurangannya, akan belajar bahwa sebesar apapun persoalan, kalian akan menyelesaikanny a atas nama cinta.”
Putriku menatapku, “seperti cinta ibu untuk ayah? Cinta itukah yang membuat ibu tetap setia pada ayah sampai sekarang?”
Aku menggeleng, “bukan, sayangku. Cintailah suamimu seperti ayah mencintai ibu dulu, seperti ayah mencintai kalian berdua. Ibu setia pada ayah karena cinta ayah yang begitu besar pada ibu dan kalian berdua.”
Aku mungkin tak beruntung karena tak sempat menunjukkan cintaku pada suamiku. Aku menghabiskan sepuluh tahun untuk membencinya, tetapi menghabiskan hampir sepanjang sisa hidupku untuk mencintainya. Aku bebas darinya karena kematian, tapi aku tak pernah bisa bebas dari cintanya yang begitu tulus.

Jadi bersyukurlah atas apa yang diberikan Tuhan berikan pada kita..

Sumber. muslimahcorner.co*

Sunday, September 21, 2014

Merubah Air Comberan menjadi Susu

kebahagiaan membuang dendam
SEORANG lelaki yang baru menikah tinggal menumpang di rumah mertuanya. Beberapa saat tinggal bersamanya, akhirnya ia demikian kesal dengan ibu mertuanya yang menurutnya sangat brengsek, cerewet, bawel, bossy, dan angkuh sekali.

Setelah dua tahun, baginya cukup sudah penderitaan itu. Ia memutuskan untuk mengakhiri dengan berencana membunuh ibu mertuanya. Setelah memutar otak, ia pergi mendatangi dukun yang paling sakti di daerahnya.

Usai bercerita dengan penuh kegeraman, sang dukun tersenyum dan mengangguk-angguk. Diberinya sebotol cairan yang menurut petunjuk dukun adalah racun yang sangat mematikan. Syaratnya harus diberikan sedikit demi sedikit selama 2 bulan, dan dalam memberikan ia diharuskan bersikap manis, berkata lebih sopan, serta selalu tersenyum. Hal ini untuk membuat si mertua supaya tidak mencurigainya. Dengan penuh kesabaran, hari demi hari ia mulai meracuni si mertua, tentunya dengan sikap manis, tutur kata yang lebih santun serta senyum yang tidak lepas dari mulutnya. Perlahan namun pasti ia mulai melihat

Thursday, September 11, 2014

Air Susu dibalas dengan....

File:Howard Atwood Kelly young.jpg
Dr. Howard Atwood Kelly.
"Dari segelas susu "
Suatu hari, anak seorang lelaki miskin yang hidup dari menjual asongan dari pintu ke pintu menemukan bahwa kantongnya hanya tersisa beberapa sen uangnya, dan dia sangat lapar.

Anak lelaki tersebut memutuskan untuk meminta makanan dari rumah berikutnya. Akan tetapi, anak itu kehilangan keberanian saat seorang wanita muda membuka pintu rumah. Anak itu tidak jadi meminta makanan, dia hanya berani meminta segelas air. Wanita muda tersebut melihat dan berpikir bahwa anak lelaki tersebut pastilah lapar.
Oleh karena itu, dia membawakan segelas susu. Anak lelaki itu meminumnya dengan lambat. Kemudian, dia bertanya, “ Berapa aku harus membayar untuk segelas susu ini?”

Wanita itu menjawab, “Kamu tidak perlu bayar apa pun. Ibu kami mengajarkan tidak menerima bayaran untuk kebaikan,” kata wanita itu menambahkan.
Kemudian, anak lelaki itu menghabiskan susunya dan berkata, “Dari dalam hatiku, aku sangat

Saturday, July 5, 2014

Rumput Tetangga Lebih Hijau

Rumput tetangga lebih hijau dan lebat
Sulit memang membuat taman kita menjadi indah,
Lebih mudah menikmati taman orang yang telah di tata sedemikian rupa,
Kita sebagai manusia sering lupa bersyukur,
Kita sebagai manusia sering tidak melihat nikmat,
Kita sudah di beri selalu merasa kurang,

BENAR kata pepatah,
"RUMPUT TETANGGA LEBIH HIJAU"
lalu apakah lantas kita pindah kerumah tetangga?
atau kita curi rumput tetangga?
Apakah hal tersebut tidak menimbulkan masalah kemudian?

Lantas bagai mana caranya agar kita bisa ikut menikmati rumput tersebut?

"Jangan pernah kau injak, jangan pernah kau curi, jangan pernah kau kotori rumput tersebut. Biarkan mereka tumbuh, hingga kau bisa melihat cantiknya kehijauan rumput itu sepanjang hari"

Lalu rumput kita?

Tangan Ajaib Seorang Ibu

Ketika kita lapar, tangan ibu yang menyuapi. Ketika kita haus, tangan ibu yang memberi minuman. Ketika kita menangis, tangan ibu yang mengusap air mata. Ketika kita gembira, tangan ibu yang menadah syukur, memeluk kita erat dengan deraian air mata bahagia.

Ketika kita mandi, tangan ibu yang meratakan air ke seluruh badan, membersihkan segala kotoran. Ketika kita dilanda masalah, tangan ibu yang membelai duka sambil berkata, "Sabar nak, sabar ya sayang."

NAMUN,
Ketika ibu sudah tua dan kelaparan, tiada tangan dari anak yang menyuapi. Dengan tangan yang gemetar, ibu menyuapkan sendiri makanan ke mulutnya dengan linangan air mata. Ketika ibu sakit, dimana tangan anak yang ibu harapkan dapat merawat ibu yang sedang sakit?

Wednesday, June 18, 2014

DEMI WANITA...


Abul disebuah Bar Club malam merasa kesal.. Malam itu sama sekali tdk ada cewek yg mendekatinya.. Padahal dia sdh dandan Rapi Jali, Parfum literan nan wangi & kumis klimis kayak jelly sejak sore tadi..
Berbeda hal-nya dgn Endun.. Yg setiap datang, lgs dikerubuti Cewek2 cantik & seksi..

Abul merasa iri..
Saat di toilet kebetulan dia ketemu Endun.
Abul (A) : "Bang, kek mana sih caranya abang dikrubutin cewek2 itu.. Aku dari datang sampe uda jamuran, tak ada cewek mendekat.. Kok bisa sih bang! "

Tuesday, June 17, 2014

TAK LAGI INDAH, SETELAH DIMILIKI..

Bismillah ..
Yang tinggal di gunung merindukan pantai ..
Yang tinggal di pantai merindukan gunung ...

Di musim kemarau merindukan musim hujan ..
Di musim hujan merindukan musim kemarau ...

Yang berambut hitam mengagumi yang pirang ..
Yang berambut pirang mengagumi yang hitam ...

Diam di rumah merindukan bepergian ..
Setelah bepergian merindukan rumah ..

Ketika masih jadi karyawan ingin jadi Entrepreneur
supaya punya time freedom…
Begitu jadi Entrepreneur ingin jadi karyawan, biar gak pusing…

BELAJAR BIJAK DARI ELANG

Facebook newsfeed post by: Andrie Wongso
Andrie Wongso shared the following link and had this to say about it:

Elang betina adalah "ibu teladan" yang mengurus anak dengan cinta. Sebelum bertelur, ia sudah menyiapkan sarang di bukit tinggi. Rangka dari ranting keras & duri tajam dilapisinya dengan rumput halus agar sarang itu enak & nyaman.

Setelah telurnya menetas, ia dengan memberi makan anaknya dengan rajin. Jika angin kencang berhembus, sang ibu segera merentangkan sayapnya untuk memberi perlindungan.

Suatu saat, anak elang terkejut karena jatah makanan tiba-tiba dihentikan. Ia menangis karena lapar. "Oh Ibu, mengapa begitu?"

Hari berikutnya, anak elang kaget lagi karena sang ibu mengibaskan sayapnya dengan keras. Rumput halus pun berhamburan keluar dari sarang, tinggal duri-duri tajam yang menusuk badan. Mereka menangis kesakitan. "Ibu, tega sekali?"

Saturday, April 19, 2014

Sentuhan Bahasa Ibu

kasih ibu
Sayang Ibu
PLEASE...kali ini bacalah..
Ada seorang ibu ingin meminjam uang dari anaknya yang telah mapan. Dengan suara direndahkan terdengar sayup-sayup disertai rasa malu ia berkata : "Nak, bolehkah ibu meminjam uang 1.000.000? Ibu ada perlu...". Anaknya tidak langsung menjawab, dengan raut muka datar ia berkata: "Iya Ma, nanti saya tanya istri dulu?", seakan berat untuk mengiyakan. 
Ketika akan beranjak pergi ia melihat dus susu anaknya dan masih ada bandrol harga Rp 50.000, kemudian dia merenung. Jika 1 dus habis 1 hari x 30 hari x 2 th = 36 jt.
"Dia berfikir susu paling baik untuk anak adalah ASI harganya tak terhingga, super steril, diberikan dengan penuh kasih sayang jika didapat oleh seorang anak selama 2 tahun berapa yang harus ia bayar?? "

Saturday, December 3, 2011

Use your credit card for your vacation and buy or pay

How about your life?
how about your study, lifestyle, your holiday, where you do trip with your family why you must be use fresh money if you can use your credit card?
I think, i will trip to Europe with some cash... and use credit card for buy and pay... 
Story

Beer for Bone

Beer is the beverage most widely consumed by humans after water and tea, and beer is the oldest alcohol (maybe) .. Beer may be in preparing concoctions in Chinaby 7000 yr BC and 3500-3000 BC Beer known. Beer made from fermentation of sugars derived from corn and rice, and its main ingredient is malted barley and wheat, and additional materials HOP as a natural preservative 
More... 



Use Credit card for vacation and pay or buy

How about your life?
how about your study, lifestyle, your holiday, where you do trip with your family why you must be use fresh money if you can use your credit card?
I think, i will trip to Europe with some cash... and use credit card for buy and pay... 
Story
Google Ping